Untuk Kaum Pekerja yang Telah Sukses Memupuk Hasil

Kemiskinan itu begitu menekan satu kepribadian, karena di dalam kemiskinan seseorang bisa melihat ketidakadilan–baik dalam masyarakatnya maupun dalam hubungan antar-pribadi. Bagi si miskin, satu-satunya kesempatan dalam ketidakadilan tersebut adalah: kompetisi, bersaing (dalam ketidakadilan). Segelintir dari si miskin tersebut, dengan susah payah, dengan setengah mati, berhasil menyediakan syarat-syaratnya untuk berhasil, sehingga si miskin bisa meraih keberhasilan dalam kecukupan materi bahkan kekuasaan (baik berupa “penghormatan” dalam masyarakatnya … Lanjutkan membaca Untuk Kaum Pekerja yang Telah Sukses Memupuk Hasil

Solidaritas untuk Empat Petani Polantojaya

Empat petani Polantojaya yang dikriminalisasi PT Mamuang. Pasangkayu, 9 Desember 2017 – Perjuangan petani Polantojaya untuk mempertahankan lahannya masih tetap berlanjut. Pada sidang yang pertama, petani Palantojaya yang diwakili oleh Ronald Siahaan dan Yuyun selaku kuasa hukumnya, telah membacakan eksepsi mereka kepada jaksa penuntut umum. Sidang kali ini digelar untuk mendengar kembali pembacaan eksepsi oleh Khidir, kuasa hukum petani Polantojaya atas nama Mulyadi. Pada sidang … Lanjutkan membaca Solidaritas untuk Empat Petani Polantojaya

Idealisme, Antara Imanuel Kant & Hegel

“Thought without contents are empty, intuition without concepts are blind.” Demikian salah satu kutipan pemikiran Immanuel Kant (1724-1804), seorang filsuf besar pada abad pencerahan. Ia menunjukkan jalan terbuka dalam membangun suatu proses subyektif dan obyektif pengetahuan agar pengetahuan tidak menjadi buta dan berat sebelah. Bagi Kant ilmu pengetahuan dalam bekerja harus memenuhi syarat obyektif maupun subyektif (Awuy, 1993). 1.KRITIK AKAL MURNI >KRITIK DER REINEN VERNUNFT … Lanjutkan membaca Idealisme, Antara Imanuel Kant & Hegel